Artikel

Pelatihan Pemotongan Halal Hewan Qurban – Pusat Halal Salman ITB

VISIT-HALAL.COM – Pada tanggal 18 April 2018 Pusat Halal Salman ITB dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung mengadakan Pelatihan Pemotongan Halal Hewan Qurban angkatan pertama bagi peserta umum yang terdiri dari beberapa perwakilan DKM sekitar kota Bandung dan Angkatan kedua untuk internal pengurus Masjid Salman ITB.

Sebagai keynote speaker sekaligus membuka pelatihan, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Ir. Hj. Elly Wasliah menyampaikan “pentingnya pelatihan juru sembelih halal hewan qurban bagi ummat karena untuk menyembelih hewan qurban sendiri para penyembelih hewan qurban diharapkan memahami bukan sekedar layak atau tidaknya hewan yang akan dijadikan qurban menurut syariat islam, tetapi dari segi teknis dan kesehatan hewan itu sendiri harus betul-betul memahaminya”.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dari sisi kesehatan hewan Qurban menurut kedokteran hewan yang disampaikan oleh Drh. Yusni dari Widyaiswara Balai Pelatihan Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Proses pemeriksaan kesehatan hewan qurban sendiri dibagi menjadi dua sesi yaitu ante mortem dan post mortem artinya sebelum dan sesudah pemotongan hewan qurban masing-masing sesi harus dilakukan pemeriksaan kesehatan, diataranya :

Pemeriksaan Ante Mortem

Menurut Permentan No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Qurban antara lain

  1. Sehat
  • Nafsu makan bagus
  • Mata jernih
  • Hidung lembab/basah
  • Rambut mengkilap
  • Tidak dehidrasi
  • Lubang alami bersih, alat gerak normal
  1. Berjenis kelamin jantan
  2. Tidak kurus
  3. Cukup umur
  • Kambing atau domba di atas 1 (satu) tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  • Sapi atau kerbau di atas 2 (dua) tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  • Unta di atas 5 (lima) tahun.

Pemeriksaan Post Mortem

Setelah hewan dipotong (disembelih) dilakukan pemeriksaan postmortem dengan teliti pada bagian-bagian sebagai berikut: Karkas, Karkas sehat tampak kompak dengan warna merah merata dan lembab. Bentuk-bentuk kelainan yang sering dijumpai bercak-bercak pendarahan, lebam-lebam dan berair. Paru-paru, paru-paru sehat berwarna pink, jika diremas terasa empuk dan teraba gelembung udara, tidak lengket dengan bagian tubuh lain, tidak bengkak dengan kondisi tepi-tepi yang tajam. Ditemukan benjolan-benjolan kecil padaparu-paru atau terlihat adanya benjolan-benjolan keputihan (tuberkel) patut diwaspadai adanya kuman tbc. Jantung, ujung jantung terkesan agak lancip, bagian luarnya mulus tanpa ada bercak-bercak perdarahan. Jantung dibelah untuk mengetahui kondisi bagian dalamnya. Hati, warna merah agak gelap secara merata dengan kantong empedu yang relative kecil. Konsistensi kenyal dengan tepi-tepi yang cenderung tajam. Kelainan yang sering ditemui adalah adanya cacing hati (Fasciola hepatica atau Fasciola gigantica  pada sapi). Limpa, ukuran limpa lebih kecil daripada ukuran hati, dengan warna merah keunguan. Pada penderita anthrax keadaan limpa membengkak hebat. Ginjal, kedua ginjal tampak luar keadaannya mulus dengan bentuk dan ukuran relatif semetris. Adanya benjolan, bercak-bercak pendarahan, pembengkakan atau perubahan warna merupakan kelainan pada ginjal. Lambung dan usus bagian luar dan bagian dalam tampak mulus. Lekukan-lekukan bagian dalamnya teratur rapi. Penggantung usus dan lambung bersih Tidak ditemukan benda-benda asing yang menempel atau bentukan-bentukan aneh pada kedua sisi lambung dan usus. Pada lambung kambing sering dijumpai adanya cacing yang menempel kuat berwarna kemerahan (Soedarto, 2003).

Sedangkan menurut kajian hukum syar’i yang disampaikan oleh narasumber berikutnya dari MUI kota Bandung yaitu KH. Maftuh Kholil selain merujuk pada pendapat beberapa madhab yang paling utama bagi ummat muslim di Indonesia harus merujuk pada Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 Tentang STANDAR SERTIFIKASI PENYEMBELIHAN HALAL diantarnya :

1. Standar Hewan Yang Disembelih

  • Hewan yang disembelih adalah hewan yang boleh dimakan.
  • Hewan harus dalam keadaan hidup ketika disembelih.

2. Kondisi hewan harus memenuhi standar kesehatan hewan yang ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan.

3. Standar Penyembelih

  • Beragama Islam dan sudah akil baligh.
  • Memahami tata cara penyembelihan secara syar’i.
  • Memiliki keahlian dalam penyembelihan.

4. Standar Alat Penyembelihan

  • Alat penyembelihan harus tajam.
  • Alat dimaksud bukan kuku, gigi/taring atau tulang.

5. Standar Proses Penyembelihan

  • Penyembelihan dilaksanakan dengan niat menyembelih dan menyebut asma Allah. BIDANG POM DAN IPTEK HIMPUNAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA 707
  • Penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan (mari’/esophagus), saluran pernafasan/tenggorokan (hulqum/trachea), dan dua pembuluh darah (wadajain/vena jugularis dan arteri carotids).
  • Penyembelihan dilakukan dengan satu kali dan secara cepat.
  • Memastikan adanya aliran darah dan/atau gerakan hewan sebagai tanda hidupnya hewan (hayah mustaqirrah).
  • Memastikan matinya hewan disebabkan oleh penyembelihan tersebut.

Semoga saja dengan adanya Pelatihan ini seluruh Juru sembelih hewan bisa lebih memahami bagaimana tata dan cara menyembelih hewan yang baik serta mengetahui cirri-ciri dari hewan Qurban yang memenuhi persyaratan baik itu secara hokum syariat islam ataupun menerut kesehatan kedokteran hewan, Wallahualam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *