Artikel

Apa Itu Titik Kritis Halal

Titik kritis kehalalan adalah suatu tahapan produksi pangan dimana ada kemungkinan suatu produk menjadi haram. Yang menjadi penentu kehalalan suatu bahan pangan diantaranya adalah tidak mengandung alkohol atau komponen yang memabukkan, bukan hewan yang buas, bertaring, berkuku panjang dan babi.

Untuk bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan ikan dijamin kehalalannya, yang menjadi titik kritis keharamannya adalah dari alat dan bahan yang ditambahkan ketika pengolahan, juga kemasan.

Sedangkan untuk bahan pangan yang berasal dari hewan yang dihalalkan untuk dikonsumsi yang menjadi titik kritisnya adalah cara penyembelihan, alat dan bahan yang digunakan atau ditambahkan ketika pengolahan, juga pengemasan.

Makanan dan minuman yang diharamkan dalam Islam, secara garis besarnya dapat dikategorikan kepada beberapa kriteria sebagai berikut:

  • Bukan terdiri dari atau mengandung bagian atau benda dari binatang yang dilarang oleh ajaran Islam untuk memakannya, atau yang tidak disembelih menurut ajaran Islam.
  • Tidak mengandung sesuatu yang digolongkan sebagai najis menurut ajaran Islam.
  • Tidak mengandung bahan penolong dan atau bahan tambahan yang diharamkan menurut ajaran Islam.
  • Dalam proses menyimpan dan menghidangkan tidak bersentuhan atau berdekatan dengan makanan yang memiliki kriteria terlarang.

Jenis binatang yang dilarang untuk dimakan :

  1. Babi, anjing dan segala sesuatu yang lahir dari salah satu dari keduanya; berupa darah, air  liur, daging, tulang, lemak dan lainnya.
  2. Semua binatang yang dipandang jijik oleh naluri manusia seperti kutu, lalat, ulat, kodok, buaya dan sejenisnya.
  3. Binatang yang mempunyai taring termasuk gading, seperti gajah, harimau dan sejenisnya.
  4. Binatang yang mempunyai kuku pencakar yang makan dengan menangkar atau menyambar seperti burung hantu dan burung elang serta sejenisnya.
  5. Binatang-binatang yang oleh ajaran Islam diperintah untuk dibunuhnya yaitu tikus, ular dan sejenisnya.
  6. Binatang-binatang yang oleh ajaran Islam dilarang membunuhnya seperti semut, lebah, burung Hud-hud dan sejenisnya.
  7. Setiap binatang yang mempunyai racun dan membahayakan apabila memakannya.

Termasuk juga yang diharamkan adalah bangkai yaitu binatang halal dimakan yang mati tanpa disembelih menurut cara Islam kecuali bangkai ikan dan belalang.

Semua jenis darah haram dikonsumsi kecuali hati dan limpa dari jenis binatang halal. Semua jenis minuman adalah halal kecuali minuman yang memabukkan seperti arak dan yang dicampur dengan benda-benda najis, sedikit atau banyak.

Untuk menentukan halal tidaknya suatu produk pangan, selain harus berasal dari bahan pangan yang tidak diharamkan juga untuk bahan pangan halal yang diolah harus diperhatikan cara penyembelihan, alat yang digunakan untuk menyembelih, alat yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan, bahan tambahan dan kemasan.

Wallahu’alam Bishawab

Sumber: dapurhalal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *