Berita Informasi

Berkaca dari Kasus Viostin DS, Ini Bahaya Mengonsumsi Babi bagi Tubuh Manusia!

ISLAM dengan tegas melarang umatnya untuk mengonsumsi daging babi. Salah satu alasannya adalah banyaknya keburukan yang diterima tubuh dibandingkan kebaikannya.

Namun, masih banyak juga masyarakat yang belum meyakini hal tersebut. Mereka masih mempertanyakan kebenaran pernyataan tersebut, karena melihat mereka yang makan daging babi masih baik-baik saja tubuhnya. Tidak ada dampak yang terlihat.

Tapi, bila Anda ingat kasus flu babi yang sempat populer 3 tahun yang lalu, mungkin Anda akan berpikir ulang sebelum akhirnya menerima ajakan teman atau tergiur dengan penampakan daging babi.

Berkaca dari kasus obat nyeri sendi Viostin DS, yang mana diketahui terkandung DNA babi di dalamnya, masyarakat pun khawatir akan ketidakbaikan babi yang mereka “makan” secara tidak langsung itu. Padahal, risiko dari dampak kesehatan konsumsi babi itu tetap bakal terjadi di tubuh mereka yang mengonsumsi obat tersebut. Tapi, hal itu belum dilakukan penelitian lebih lanjut.

Namun, secara garis besar, ada 8 penyakit yang bakal Anda rasakan ketika Anda mengonsumsi babi. Seperti dikutip dari Islamweb, di mana, Dr. Hassaan Mustafa, anggota World Union of Health di Kanada menjelaskan bahwa daging babi berbahaya bagi manusia, berikut paparannya:

1. Babi tidak bisa menyingkirkan seluruh jumlah asam urat yang terbentuk di tubuhnya, mengingat itu adalah unsur utama dalam urin. Tubuh babi hanya menghilangkan 2% dan 98% kotoran yang harusnya terbuang dari urin tetap dalam dagingnya. Itu berarti bahwa daging babi jenuh dengan unsur utama urin, yang mana tubuh semua makhluk hidup di permukaan bumi berusaha menyingkirkan itu melalui sistem saluran kemih. Inilah sebabnya mengapa mereka yang makan daging babi memiliki tingkat artritis yang tinggi, karena tingginya kadar asam urat dalam darahnya.

2. Daging babi sulit dicerna; dan dibutuhkan empat jam penuh untuk dicerna, mengingat jumlah protein yang dicerna dan diserap setelah proses itu tidak melebihi 14%. Untuk alasan ini, daging babi sangat buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi.

3. Daging babi mengandung hormon pertumbuhan yang cukup tinggi, yang mana hormon itu bakal mempercepat proliferasi sel kanker di dalam tubuh Anda, jika ada.

4. Lemak babi sulit dicerna dan diemulsi dalam sistem pencernaan. Bagian terbesarnya terbentuk dari lemak jenuh berbahaya. Ini diserap dari usus ke dalam darah dalam bentuk molekul besar, yang mungkin bisa mengendap di dinding pembuluh darah dan menghalangi mereka. Karena itu, daging babi bisa menyebabkan darah membeku, sklerosis, dan memberikan dampak tingginya kadar kolesterol dan lemak jenuh (trigliserida) di dalam darah.

5. Lemak sedimen babi di tubuh manusia di tempat yang sama berasal dari babi; dan ini memang aneh !!! Jika lemak berasal dari perut babi, itu akan menetap di perut orang yang memakannya. Dengan cara ini, lemak babi membantu mendistorsi tubuh manusia.

6. Mengonsumsi daging babi membuka jalan bagi banyak penyakit dan masalah kulit dan penyakit kulit lainnya, seperti jerawat, luka, karbohidrat, dan gatal. Sebab, daging babi mengandung histamin dengan tingkat tinggi.

7. Daging babi adalah sumber lebih dari 57 parasit, penyakit akibat kuman dan penyakit akibat virus yang ditularkan ke manusia, yang menyebutkan dapat dibuat dari Trichinella, di mana daging babi hampir tidak dapat bebas. Parasit Trichinella tetap berada di otot manusia, menyebabkan nyeri parah yang mungkin bisa melumpuhkan gerakan mereka. Mereka juga tinggal di diafragma, menyebabkan sesak napas dan akibatnya kematian. Selain itu, parasit tersebut mungkin bertahan lebih dari tiga puluh tahun di otot setelah membungkus diri mereka dalam kantung calcic.

Sangat menarik untuk diketahui bahwa seorang peneliti Amerika dalam penelitiannya yang dipublikasikan di situs Archives of Internal Medicine pada (11/6/2001) mengungkapkan bahwa musisi Jerman terkenal Mozart (d.1791) kemungkinan meninggal karena makan daging babi mentah 44 hari sebelum permulaan 15 hari nya fatal penyakit. Dia terinfeksi oleh Trichinella, yang belum diketahui saat itu.

8. Tubuh babi itu sendiri dianggap sebagai pabrik biologis yang berpotensi menghasilkan penyakit dan epidemi yang disebabkan virus yang mungkin mempengaruhi manusia karena kemiripan genetik sel babi dengan manusia.

Pandemi dunia yang disebut flu babi yang sempat populer adalah hasil metamorfosis dan penggabungan virus flu burung, flu manusia, dan flu babi. Virus tersebut bersama-sama tumbuh di dalam tubuh babi. Mereka telah bermetamorfosis menjadi virus mematikan baru yang ditransfer dari babi ke manusia dan dari manusia ke manusia. Di Kanada, sebuah kasus baru-baru ini tercatat di mana penyakit itu ditularkan dari orang yang terinfeksi ke kawanan babi, sehingga membuat pandemi tersebut memasuki siklus terpadu yang berbahaya.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *