Berita

Halal Trip Jadi Peluang Baru Industri Pariwisata

KEBAYORAN BARU-Wisata halal memang belum booming di Indonesia.

Padahal, di sejumlah negara lain konsep perjalanan ini sudah mulai digemari oleh pelancong beragama muslim.

Indonesia, sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, secara logika memiliki potensi besar dalam hal ini.

Hanya saja, masih sedikit pihak yang menggarap karena sejumlah keterbatasan.

Hal ini diungkapkan Tengku Muhammad Ali saat deklarasi Asosiasi My Halal Trip Indonesia (MHTI) di Jakarta, Rabu (21/3/2018). Tengku menjabat sebagai ketua umum dalam asosiasi itu.

“Umat muslim terbesar di dunia ada di Indonesia. Di satu sisi inilah pasar yang sangat luar biasa. Banyak muslim yang pergi ke negara non muslim yang sulit mendapatkan yang halal. Pun tidak cukup banyak mendapatkan iktibar (pelajaran) dari perjalanan itu karena konsepnya hanya perjalanan wisata biasa saja,” kata Tengku.

Tengku menambahkan, melihat potensi pasar yang sangat besar ini, sebanyak 600 agen perjalanan sudah bergabung dalam MHTI saat asosiasi ini diresmikan.

Selanjutnya, MHTI akan menyatukan pandangan serta mengkampanyekan lebih luas lagi konsep halal trip tersebut.

“Kami sudah mencoba program bernama Jelajah Negeri Para Nabi yakni paket perjalanan ke Masjidil Aqso, Mesir, Yordania dan beberapa negara lain. Dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dalam waktu singkat lebih dari 5000 orang kami berangkatkan,” ujarnya.

Selain sejumlah destinasi wisata luar negeri, ratusan agen perjalanan dalam asosiasi itu saat ini juga sedang gencar menggarap perjalanan wisata halal ke destinasi-destinasi domestik.

Asosiasi juga mendorong agar anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia bisa mengajukan paket wisata halal baru yang nantinya akan disuport bersama-sama oleh anggota lainnya dengan tentunya menerapkan pola kerjasama.

“Untuk domestik selain mendorong wisata halal di berbagai wilayah kami juga berupaya untuk mendorong hotel-hotel di Indonesia, termasuk di Bali, untuk menyediakan fasilitas bagi wisatawan muslim,” kata dia.

Ia juga mendorong mitra untuk mengangkat destinasi berbasis Islam di wilayahnya masing-masing untuk diboomingkan sebagai tujuan wisata halal bagi masyarakat, misalnya jelajah wali, masjid bersejarah, keraton dan sebagainya.

“Intinya kami ingin memajukan wisata halal domestik dan mancanegara. Melindungi nilai-nilai ummat yang sangat vital dalam perjalanan yang kami buat. Kami fokus nilai halal dalam syiar. Dalam waktu dekat kami juga akan adakan halal fair tour yang saat ini belum pernah ada di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Fauzan Kamil selaku Wakil Ketua MHTI mengungkapkan, pihaknya akan memberikan pembekalan kepada ratusan agen travel anggota terkait konsep trip halal.

Asosiasi juga akan membantu agen travel untuk memetakan kawasan halal di sejumlah negara untuk mendukung paket wisata halal yang hendak ditawarkan kepada masyarakat.

“Tentu untuk menyatukan semangat kami akan edukasi para mitra. Sebab, sebagian kan masih baru dalam program ini. Kami akan berikan gambaran dan hubungkan dengan pihak maskapai, general distributor sistem, pelatihan leader bahkan edukasi IT,” katanya.

Seluruh agen travel anggota MHTI dan paket wisata halal yang ditawarkan nantinya akan dicantumkan dalam web resmi asosiasi www.myhalaltrip.tour yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“Nantinya bukan hanya muslim Indonesia yang jadi target kami. Harapannya wisatawan muslim mancanegara juga bisa dibawa ke sini melalui paket halal trip agen lokal sehingga bisa mendorong sektor pariwisata nasional dan turut berkontribusi dalam pemasukan negara,” terangnya.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *