Berita

Indonesia dan Malaysia Jadi Sasaran Pasar Produk Halal

Indonesia dan Malaysia hingga kini menjadi sasaran pasar produk halal, khususnya di kawasan Asia Tenggara. “Kami pertama kali menaruh perhatian pada Indonesia, lalu Malaysia,” kata General Manager Vires Seven Shigetoshi Okada.

Menilik catatan Kementerian Perindustrian pada laman kemenperin.go.id mengutip Global Islamic Economy Report 2015–2016, nilai pasar produk halal global menyentuh angka lebih dari 1 triliun dollar AS.

Dari nilai sebesar itu, pasar produk makanan minuman halal menyumbang 1,13 triliun dollar AS. Di bawahnya ada produk fesyen dengan angka 230 miliar dollar AS, produk farmasi 75 miliar dollar AS, dan kosmetik 54 miliar dollar AS.

Lebih lanjut, dalam kesempatan Indonesia International Modern Cleaning & Textile Care Exhibition 2018 (Expo Clean & Laundry 2018) yang dilaksanakan di JIExpo Kemayoran pada 27-29 Maret 2018, Okada menjelaskan bahwa pihaknya masuk ke pasar Indonesia dengan produk unggulan bebas alkohol. “Kami sudah mandapat sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),” tutur Okada.

Bentuk produk tersebut adalah sanitizer bernama Vires Seven yang diklaim mampu membunuh kuman. Vires Seven merupakan asam lemah hipoklorit yang aman terhadap kulit dan badan, melenyapkan masalah kuman untuk menjaga lingkungan bersih dan memberikan performa anti-virus yang kuat.

Sementara itu, Sales Manager Perwakilan Vires Seven Jakarta Imelda Sutardja dalam kesempatan itu menerangkan, Vires Seven yang diproduksi di Osaka, Jepang itu, masuk Indonesia melalui Kibo Trading. Varian yang diperkenalkan kepada publik antara lain Vires Seven botol spray 500 ml, botol mini (100 ml), serta Vires Seven pompa dan isi ulang (500 ml).

Lebih lanjut, Imelda menerangkan bahwa pihaknya mengincar pasar ritel di Indonesia. “Sejak Oktober 2017, kami membagi sample di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Pasar ritel Indonesia yang dibidik pada tahap awal adalah rumah sakit, restoran, sekolah taman kanak-kanak, hingga perkantoran. Imelda menerangkan pihaknya mematok target penjualan per bulan mencapai satu juta botol. “Itu untuk yang versi 500 ml,” tuturnya.

Di negara asalnya, penjualan edisi 500 ml mencapai 100.000 botol per bulan. Banderol per unitnya mencapai 1.100 yen. Lantas, varian 100 ml harga per unit di Negeri Sakura mencapai 580 yen.

Sumber: ekonomi.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *