Artikel Berita

Mahasiswa KKN Unsika Adakan Webinar Pranikah Untuk Tekan Angka Perceraian Pada Masa Pandemi

Karawang, 25 Oktober 2020- Mengadakan Pelatihan Pranikah merupakan salah satu judul
program pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik-Integratif Universitas Singaperbangsa
Karawang (Unsika) tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat khususnya
pemuda dan pemudi usia nikah di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten
Karawang mengenai persiapan nikah dan menyiapkan bekal saat membina rumah tangga.
Pelatihan pranikah ini dilakukan secara daring melalui webinar, diikuti oleh para pemuda dan
pemudi dari Desa Parungmulya juga para mahasiswa. Acara diadakan pada hari Sabtu, 24
Oktober 2020 dengan menghadirkan 4 narasumber berpengalaman dibidang pembekalan
pernikahan.
Danang Kusnanto, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam sambutannya
menyampaikan, “Kenapa mengangkat tema ini, karena dilatarbelakangi pada kondisi pandemi ini
banyaknya perceraian dalam rumah tangga, kemudian para remaja yang siap nikah karena belum
mendapatkan pekerjaan dan lain-lain mentalnya turun, maka perlu arahan dan motivasi melalui
pelatihan pranikah.”
Senada dengan Danang Kusnanto, DPL yang tergabung dalam program ini Solihin Sidik, S.E.,
M.M. ditempat terpisah mengatakan, “Tujuan pelatihan pranikah ini adalah untuk mengedukasi
para pemuda dalam menyiapkan bekal saat membina rumah tangga agar tercipta keluarga yang
harmonis”.Acara webinar ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Desa Parung Mulya Neneng Herlina
dimana dalam sambutannya memberikan apresiasi telah memilih desanya menjadi tempat sarana
pelengkap bagi pengembangan ilmu yang telah didapatkan di kampus.
Sesi pertama materi diisi oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ciampel Eli Solihat, S.Ag.
dalam materinya menyampaikan mengenai prosedur dan manajemen pembinaan pranikah di
KUA dan ketentuan menikah saat pandemi Corona. Mengutip pengertian perkawinan menurut
UU no: 1 tahun 1974 Eli Solihat menyampaikan bahwa, “Perkawinan adalah ikatan lahir batin
antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga
(rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”
“Bekal pernikahan yang harus dipersiapkan ketika akan menikah adalah niat yang lurus,
ketakwaan, keikhlasan, kesabaran yang merupakan lingkaran utama, kemudian ditunjang bekal
kondisi psikologis, bekal ilmu, bekal finansial dan bekal fisik.” kata Dr. H. Safuri Musa, M.Pd
narasumber kedua yang juga adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat (LPPM) Unsika.
H. Anwar Musadad, SE. MM sebagai pemateri ketiga menjelaskan bagaimana cara mudah
mendapatkan rezeki yaitu dengan bertakwa pada Allah, berbakti kepada kedua orang tua, banyak
membaca istigfar, bersyukur dan beberapa hal lainnya, serta tentu saja dengan menikah karena
dapat membuka pintu rezeki.
“Pendidikan pra nikah dapat memberikan manfaat diantaranya ialah untuk mencapai sebuah
keluarga yang damai, tentram, dan bahagia serta senantiasa diliputi rasa kasih sayang antar
anggota keluarga sehingga mereka dapat bersosial dengan baik di dalam masyarakat.” Demikian
kata pemateri terakhir praktisi pendidikan masyarakat Cucu Sukmana, M,Pd.
“Webinar selesai bukan berarti kegiatan selesai, kami akan lakukan pendampingan secara daring
pasca pelatihan pranikah untuk mengetahui dampak pelatihan bagi para peserta khusunya
pemuda Desa Parungmulya.” Kata Kordes KKN Yassin Zanardi ditempat terpisah. “Tak hanya
itu,” lanjutnya, “Tim KKN kami juga menghasilkan beberapa produk berupa buku saku
pranikah, hand sanitizer homade berikut tutorial pembuatannya dan website Desa Parungmulya.”
Imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *