Berita Internasional

Pakai Hijab saat Kunjungi Masjid, PM Inggris Tuai Kontroversi

Perdana Menteri (PM) Theresa May membuat geger warganet lantaran mengenakan hijab saat berkunjung ke Masjid Maidenhead, London, Minggu 17 Februari 2018. Kunjungannya dalam acara ‘Visit My Mosque‘ itu menuai kontroversi dan kritikan dari beberapa pihak karena dia dikenal sebagai islamophobik.

Dalam kunjungan Visit My Mosque, May mendorong warga Inggris mengunjungi masjid dan belajar tentang Islam. May dan beberapa pejabat Inggris yang berpartisipasi dalam acara tersebut juga turut menyerukan soal perdamaian dunia.

“Kesempatan yang sangat berharga untuk bisa belajar tentang Islam dan untuk menekankannya. Ini adalah agama yang damai,” kata May, seperti dilansir Arab News, Jumat (23/2/2018).

Vist My Mosque menjadi hari penting yang diselenggarakan oleh Dewan Muslim Inggris untuk mendorong toleransi di masyarakat. Namun, kunjungan May tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Beberapa kalangan meyakini May sudah menyerah kepada Syariah, mengingat sebelumnya dia dicap sebagai tokoh islamophobik pada 2015 oleh kelompok advokasi Komisi Hak Asasi Islam.

“Anda mengenakan dan mempromosikan jilbab; simbol penindasan dan kebrutalan jutaan wanita di seluruh dunia – sangat memalukan,” cuit seorang warganet, seperti dikutip New Arab.

“Saya tidak suka Imam perempuan baru di masjid lokal saya,” kata warganet lain dengan menautkan foto May berdiri di mimbar masjid.

Namun tak sedikit pula warganet mendukung May dan menyatakan rasa bangganya pada perempuan tersebut. Mereka senang atas inisiatif May mengunjungi masjid di Inggris.

“Merasa sangat bangga atas inisiatif sempura ini. Bangga melihat pemerintah kami,” cuit salah satu warganet.

“PM Inggris Theresa May mengenakan syal saat berkunjung ke sebuah masjid di Maidenhead dekat London pada hari Minggu

“Sangat brilian melihat Perdana Menteri kami @theresa_may mengunjungi masjid di Maidenhead untuk hari #VisitMyMosque yang difasilitasi oleh @MuslimCouncil Terima kasih!” tulis warganet lainnya.

Sedangkan warga lainnya menyebut kegiatan itu untuk mendulang suara dari para pemilih suara Muslim.

“Pemungutan suara sangat penting pada bulan Mei ini!” ujar seorang warganet.

Inggris menjadi salah satu negara Eropa dengan populasi Muslim yang cukup besar. Namun, beberapa tahun terakhir, Islamophobia semakin marak, terutama setelah sejumlah serangan teror yang didalangi kelompok militan ISIS di Inggris seperti yang terjadi di London dan Manchester tahun lalu.

Sumber: inews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *