Artikel

Prospek Cerah Industri Halal

Potensi bisnis industri halal di Indonesia dinilai sangat besar. Dalam memenuhi harapan angka pertumbuhan ekonomi nasional, industri halal disebut-sebut bisa memainkan peranannya.

Klaim ini bukan tanpa alasan. Secara kependudukan, kurang lebih 87% dari total penduduk Indonesia beragama Islam. Pada saat yang sama saat ini terjadi peningkatan kesadaran penduduk muslim Indonesia untuk menerapkan sistem perekonomian bersifat ”halal”. Entah itu di sektor industri maupun sektor lainnya. Hanya faktanya, sejauh ini perkembangan industri halal di Tanah Air belum signifikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Bidang atau sektor yang perlu didorong untuk mengembangkan industri halal, antara lain makanan, pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media, layanan kesehatan, kebugaran, serta seni dan budaya.

Dalam pandangan Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Muhammad Anwar Bashori, apabila semua bidang tersebut diberdayakan secara maksimal, negara dengan penduduk Islam terbesar dunia ini akan maju dan industri halal muncul sebagai kontributor utama perekonomian negara. Jika berkaca pada negara tetangga, industri halal sudah memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan mereka. Sebut saja tetangga terdekat, Malaysia. Negeri Jiran itu sudah mengembangkan sektor industri halalnya sebagai kontributor pada perekonomian negara, bahkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Halal Industry Development Corporation Malaysia, industri halal berkontribusi 7,5% terhadap GDP pada tahun lalu. Malaysia kembali menargetkan peningkatan sebesar 8,7% pada 2018. Demi mendorong industri ini jadi pendorong pertumbuhan ekonomi, perlu upaya serius dari pemerintah terutama bagai mana menggairahkan masyarakat untuk terjun di bidang ini. Apalagi faktanya, Indonesia memiliki potensi pasar halal yang menjanjikan sebagaimana disebutkan di atas.

Mengutip pendapat dari Ekonom Core Indonesia, Akhmad Akbar Susanto, pemerintah masih memfokuskan diri terhadap pengembangan keuangan syariah, belum mencanangkan pengembangan industri halal yang komprehensif. Hal itulah menyebabkan Indonesia stag dan begitu-begitu saja dalam menghadapi pasar industri halal. Namun, tidak ada kata terlambat. Indonesia masih punya peluang menjadi big market bagi negara lain dalam menciptakan iklim perekonomian industri halal yang kondusif.

Meski sedikit terlambat dari negara lain, termasuk yang bukan berpenduduk mayoritas muslim dalam menggenjot pemasukan negaranya dari industri halal, memulai dari sekarang adalah hal tepat. Tujuannya agar kita tidak lagi sebagai pasar bagi negara-negara tetangga atau bahkan negara non-muslim melalui bisnis industri halal, melainkan industri halal di negara kita sepatutnya jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Afidah Nur Aslamah 
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta

Sumber: koran-sindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *