Bandung Destinasi Wisata halal point

Rumah The Panas Dalam – Terminal Berbagai Komunitas Kreatif

 

“Adanya Rumah The PanasDalam ini jadi terminal, tempat bertemu orang-orang. Mau makan, mau musik, mau nulis, ya bisa di sini,” kata Pidi Baiq, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tahu Pidi Baiq dong? Penyanyi, pencipta lagu, penulis novel, dan sutradara. Film terbarunya “Dilan” akan segera rilis 2017 ini. band-nya The PanasDalam merupakan salah satu hasil karya terbesarnya. Sejak tahun 1998 band yang ia dirikan ini melanglangbuana di panggung-panggung tanah air. Nama Kantin Rumah The PanasDalam  (RTPD) ini pun diambil dari band ayah Pidi Baiq.

Kantin RTPD sekarang jadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi warga Kota Bandung dan juga wisatawan. Di kantin yang berlokasi di Jalan Ambon 8A, Kota Bandung ini banyak tersedia menu makanan dan minuman. Dari bubur ayam PMI, aneka nasi goreng, es teh sereh sampai Jus Kuphi Medan yang disajikan dengan ramah. Seramah teman yang sudah kenal lama.

Menurut Budi Muliyanto Manager Kantin RTPD, didirikan tempat ini awalnya hanya untuk tempat berkumpul saja dari banyaknya komunitas di Kota Bandung. Sedangkan menu makanan dan minuman hanya sebagai pelengkap saja. Namun, karena didorong kebutuhan, makanan dan minuman halal pun disediakan.

Pidi Baiq sebagai seniman banyak menyentuhkan tangannya di kantin ini. Dinding-dindingnya jadi ruang pamer karya Pidi Baiq. Seperti mural, gambar, dan kutipan-kutipan pernyataan yang pernah ia tuturkan. Para pendengar lagu band The PanasDalam mungkin tidak akan asing lagi dengan nama-nama menu santapan di kantin yang juga dikenal dengan Kantinnasion ini. Soalnya,  diambil juga dari lagu-lagu karya Pidi yang dibawakan band The PanasDalam. Seperti nasi goreng “Cita-citaku”, nasi goreng “Jangan ke Jatinangor”, dan nasi goreng “Merah Marun”.

Untuk kamu yang berencana datang bersama rombongan, jangan khawatir karena halaman Kantin RTPD ini bisa menampung parkir motor sampai 100 unit dan 8 mobil. Ya, banyak mobil yang terpaksa parkir di bahu Jalan Ambon.

Kantin RTPD juga menyediakan musala yang memadai. Baik tempat dan perlengkapan seperti sarung dan mukena yang setiap dua minggu sekali dicuci secara berkala. Untuk penggemar musik, banyak kegiatan seni yang diadakan di sini. Seperti  Pengadilan Musik yang bekerja sama dengan Djarum Cokelat Dot Com, yang hampir setiap bulan digelar. Komunitas pengajian Islam pun bisa memanfaatkan ruang RTPD untuk berkegiatan.  Jemaah pun berdiskusi sambil menikmati kuliner di sini, seperti Jemaah Tabligh, FPI, HMI dan Komunitas Musisi Mengaji misalnya.

“Untuk para penikmat Kuliner di Kota Bandung khususnya mayoritas umat Muslim, ayo panjangkan silaturahmi ukhuwah Islamiyah. Buka selebar mungkin bergaul dengan siapa saja asalkan positif. Untuk mengurangi bermain medsos dari hal-hal yg negatifnya juga, ayo ke sini,” kata Budi Muliyanto Manager RTPD.

Walaupun tidak ada kegiatan yang benar-benar terjadwal, semua agenda berkumpulnya komunitas mengalir begitu saja. Misalnya, komunitas penulis yang berdiskusi dalam “Jumat Tapi Sore” pada hari Jumat. Di sana akan hadir orang-orang yang berkecimpung sebagai penulis buku dan dunia penerbitan. Karena di lokasi yang sama dengan kantin, berdiri juga Kantor The PanasDalam Publishing yang membantu menerbitkan karya-karya anggota komunitas.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *